Psikis VS Heart Burn

29 Sep

Subhanallah, ternyata begitu banyak yang harus dirasakan dan dilewati oleh seorang ibu ketika mengandung bayinya. Mulai dari mual-mual, ngidam, dan lainnya. Kondisi setiap ibu hamil ketika mengandung berbeda-beda, saya termasuk ibu hamil yang tidak terlalu merasakan mual dan ngidam yang aneh-aneh. Alhamdulillah, aktivitas harian pun bisa dilakukan dengan normal. Hanya satu yang saya rasakan berat, kondisi psikologis saya diuji betul ketika mengandung anak pertama ini, rasanya mudah tersinggung, sentimen, dan perasa sekali. Ada saat dimana saya bisa tiba-tiba menangis tanpa alasan jelas, merasa orang sekitar tak peduli dan berbagai pikiran negatif laiinya. Ini jelas ujian dari Allah agar saya banyak istigfar dan lebih bisa memanajemen qolbu dengan baik dan ikhlas menyerahkan semuanya kepada Allah hanya Allah tidak yang lain. Oke itu seputar psikis saya, lain hal dengan kondisi fisik saya ini. Pada usia kandungan yang sudah masuk trisemester II ini, saya pun mulai merasakan gejala heart burn (nyeri ulu hati). Heart Burn, menurut kerabat saya yang seorang bidan, adalah hal umum yang dirasakan ibu hamil, nyeri luar biasa pada ulu hati serasa ditusuk. Hal ini disebabkan peningkatan sekresi hormon wanita, progesteron. Peningkatan hormon ini berakibat melemahnya katup pada lambung, selain itu pada usia trisemester II ini janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat menyebabkan nyeri tersebut. Menurut pengalaman dan beberapa saran, saya akan tulis tips untuk mengatasi heart burn ini. TIPS : 1. Makanlah dalam jumlah sedikit namun sering. 2. Hindari makan pedas dan asam. 3. Jangan berbaring saat dan setelah makan. 4. Minum air ekstrak jahe dikasih gula merah. 5. Konsumsi obat maag yang aman bagi ibu hamil. Yah, akhirnya ada sesuatu yang saya tulis dan berbagi pengalaman, dan tentunya hal ini membuat pikiran saya sehat. Semoga psikis Vs Heart Burn ini tidak melemahkan saya. Fighting !!!

2 Tanggapan to “Psikis VS Heart Burn”

  1. enoksuryati September 29, 2013 pada 4:12 am #

    semangat..semangat…berdoalah selalu,,jangan memaksa orang lain untuk memahami kita, pun kita tak perlu memaksakan diri untuk bisa memahami orang lain jadi buatlah diri kita nyaman,,nyantai weee itu ucapan yang sering diucapkan si bocah mungkin bisa diterapkan…:) jika mual /nyeri ulu hati datang coba makan keju chedar tapi sedikit-sedikit pada pagi hari..@@kecupmanis**

    • Desita Hanafiah September 29, 2013 pada 1:50 pm #

      Hmmmm ada benarnya ya bu, nyantei wee, terlalu lelah jikalau kita berharap orang lain memahami kita.
      Chedar? Ah siap bu dicoba🙂 nuhun tipsnya ( ̄ε(# ̄)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: