Masa Transisi

17 Des

Barakallah, tepat tanggal 20 November 2012 pernikahan atas nama saya (Desita Purwati Sundari) dan pria bernama Wildan Nurul Azmy dilangsungkan dengan khidmat usai dilantunkannya ayat suci Al quran.

1

Tak perlu banyak kata bagaimana kami bertemu, yang jelas Allah telah mempersatukan kami dalam sebuah ikatan suci.

Hampir satu bulan kami menempuh hidup baru ini, sudah barang tentu banyak sekali perubahan khususnya dalam hidup saya. Hehehe, narablog sekalian, pernikahan memang banyak memberi kita berkah, terlebih bagi saya. Banyak sekali rutinitas baru yang harus saya kerjakan dan positif sekali.

Terlepas dari tugas saya sebagai seorang pendidik, sekarang mau tidak mau saya pun bertransformasi menjadi wanita multitasking :p.

Dulu semasa lajang *ehem saya tuh mempunyai beberapa bad habit, Satu diantaranya, saya gak bisa bangun pagi tanpa alarm, itu pun terkadang alarm saya pasang 5x berulang supaya benar-benar bangun  dan  kurang mahir dalam hal  memasak.

Memasuki awal pernikahan saya takut kebiasan buruk itu terbawa, tapi ternyata ajaib ya, semua berubah 180 derajat. Hal ini  dilakukan tanpa diminta, alamiah berubah sendiri.

Suami saya tak pernah menuntut lebih pada saya, Alhamdulillah dia selalu mengerti . Tapi saya tahu diri narablog  masa iya gak move on, apeu kata dunia *hoekkk

Setiap harinya, pukul 03.45 saya sudah bangun, dan bangun sendiri lho *sombong* :p  usai sholat shubuh saya bergegas ke dapur untuk memasak, ya memasak apa saja untuk sarapan dan  bekal kerja  sang suami.

Saya sudah bilang sedari awal, kalau saya itu gak mahir dalam hal memasak, hingga pada suatu ketika masakan yang saya buat gosong  semua L, sempat ragu untuk memberikannya pada suami, tapi Abi bilang (red-suami):

 Gak apa-apa, namanya juga proses belajar, gak mungkin langsung sempurna, udah sih kamu kaya bukan guru aja, biarkan Abi bawa bekal ini, Insya allah habis

*Plakkkkkkkk ,merasa tertampar heu  masya Allah … baik sekali suami saya ini.

Sejak saat itu saya selalu berusaha lebih baik lagi, memberikan yang terbaik untuk sang suami.

Hidup itu proses dan hidup itu pilihan.

Tak pernah ada keadaan yang salah. Saya memilih hidup baru ini, jadi biarkan saya melakukan yang terbaik pada masa transisi ini.

Mencoba menikmati peran multitasking sebagai seorang istri, sahabat suami, dan pendidik bagi para calon pemimpin bangsa dan hmmm mudah-mudahan dalam waktu dekat saya menjadi pendidik bagi anak saya sendiri v_v , Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: