Partner of Crime

7 Des

Sendirian, lebih tepatnya memojokkan diri :)) di sudut ruangan kurikulum, mengintip beberapa socmed dan entah kenapa sangat membosankan sekali. errrrrr …

Yah baiklah, mencoba menyicil kerjaan yang hampir menumpuk tiada lain tiada bukan yakni mengoreksi hasil ujian anak-anak.

Baru sampai nomor absen lima saja sudah menyerah dengan rasa kantuk, aneh padahal semalam tidur cepet.

Kembali memalingkan pandangan pada socmed saya yang hmmm sebetulnya sudah tidak ada “tenjoeun” heuheu. Tapi why??? Hmmm apa ya serasa ada hal yang hilang, hmm banyak yang hilang dari hidup saya😦

Yayaya baiklah, saya jujur pada diri sendiri saya kangen, kangen beberapa orang yang sempat deket bahkan satu diantaranya sangat dekat lebih dari “Partner of Crime“.

Keadaannya memang sudah berbeda, ah ya kangen sekali suasana itu, masa enam tahun lalu, lima tahun lalu dan terlebih saya sangat kangen sekali masa dua tahun lalu.

Kangen temen SD yang dua tahun terakhir ini selalu ada di samping saya, selalu menemani dalam segala situasi, berbagi cerita susah maupun senang. Lucu lho pembaca, padahal dulu waktu SD kami tidak sedekat ini, dianya sombong sih gak pernah nyapa, dideketin aja susah, dikira saya hantu kali ya, soalnya setiap dideketin dia lebih suka menjauh. Heu, mungkin semua itu pertanda kalau kami memang benar-benar tak bisa dekat dan harus berada pada kondisi berjauhan di kemudian hari😐 hingga masing-masing dari kami tak mampu untuk saling mendekat bahkan tak berani saling sapa.

Ratusan senja sudah kami lewatkan bersama, indah sekali.

Setiap sudut kota sudah kami pakai duduk melantai tuk sekedar bercerita, bersendu gurau dan berkeluh kesah.

Banyak waktu yang dihabiskan oleh kami untuk menonton sederetan film keren . Waktu menjadi sangat berharga bagi kami terlebih untuk satu tahun terakhir. Menjadikan jarak kami hingga tak berjeda.

Kami sama-sama suka berpetualang, merajut semua mimpi walaupun pada akhirnya semua harus dikubur.

Pembaca yang budiman, mohon maaf apabila tulisannya terkesan agak didramatisir, tapi memang begitu, suasana hati siang ini hampir meledak. Saya butuh waktu, beradaptasi dengan situasi baru tanpa Partner of Crime saya itu🙂

Dan kini, biarkan saya memungut potongan-potongan kenangan tersebut menjadi bagian dari mozaik-mozaik kehidupan saya sendiri. Biar saya simpan hingga akhirnya keseluruhan mozaik terkumpul dan siap dibingkai🙂

Menyakitkan sekali rasanya, pada akhirnya masing-masing dari kami harus saling membuang.

Dan gambar di bawah ini, pantai yang pernah kita jadikan untuk duduk melantai, saya ambil diam-diam darinya.

tumblr_m7lrgi95ro1qhyqlyo1_1280

“Ini bukan pantai, ini bukan laut, ini bukan angin, ini bukan orang-orang yang menikmati liburan, bukan juga karang yang selalu basah dijilat ombak, ini cuma kotak penyimpanan, tempat semua kenangan kita yang takut akan dunia tersimpan” #kamubilang

4 Tanggapan to “Partner of Crime”

  1. enoksuryati Desember 8, 2012 pada 9:51 am #

    hanya karena kita pernah bertemu dan bercinta dalam suatu waktu…serta melewati hari-hari indah bersama,,meski kini tinggal kenangan yang tersimpan di sudut hati..
    berdosakah aku bila merindumu pada cabikan-cabikan asa yang tersisa?
    …………………………(apa lagi yaa…hmmm si emud nya ngilang…)

    • Desita Hanafiah Desember 10, 2012 pada 1:08 am #

      🙂 Hanya sekedar merindu bu.
      Lumayan mewarnai senja yang ada dalam hati ini🙂

  2. Monica Desember 10, 2012 pada 11:46 pm #

    kangen masa-masa SD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: