Sepenggal Cerita

9 Nov

Hidup selalu berawal dari mimpi, mau jadi apa nanti kita kelak,  selalu berawal dari mimpi yang kita wujudkan menjadi nyata.

Sedikit cerita dari saya, ya hanya ingin bercerita saja tidak bermaksud apa-apa. Kisah mengenai meraih mimpi🙂 *dibuatlebay*

Hidup itu kadang ada di atas kadang ada di bawah, roda kehidupan selalu berjalan dinamis dan itu sudah ketentuan yang di atas, semua orang pasti mengalaminya. Begitu pun saya pernah mengalaminya🙂, mau senang ataupun susah semuanya merupakan ujian bagi kita.

Saya terlahir dari keluarga yang berkecukupan, semenjak kecil dikelilikngi oleh orang-orang yang sungguh luar biasa dalam menancapkan pondasi mimpi yang kokoh dalam hidup saya hingga hari ini🙂. Semenjak kecil saya berambisi untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya ini, dan saya rasa bukan saya saja yang lain juga sama, begitu pun pembaca yang budiman juga pasti akan senantiasa berusaha keras dalam mewujudkan mimpinya.

Mimpi masa kecil yang seperti anak-anak lainnya adalah bisa bersekolah hingga ke jenjang perkuliahan, tak ada yang istimewa hanya itu mimpi saya waktu itu🙂 oh iya satu lagi menjadi kstaria baja hitam :p

Tapi ternyata pada kenyataannya, ada kalanya semua tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Akan ada beberapa batu kerikil yang menjadi aral lintangan.

Untuk mewujudakan mimpi saya bersekolah setinggi-tingginya, dari kecil saya selalu berusaha belajar dengan rajin *so rajin* walaupun dengan kemampuan berpikir rata-rata :p.

Bermain, berlari, melompat, bercanda ria, menggendong tas, dan membuka setiap lipatan buku-buku tebal🙂 serta duduk manis mendengarkan pa guru dan ibu guru di kelas selalu dilakukan dengan senang hati🙂 demi meraih mimpi.

Hingga akhirnya pada saat  saya memasuki bangku SMA, semua berubah, kondisi keuangan keluarga memburuk, langkah ringan untuk berlari mengejar mimpi pun sedikit berat, mengingat saya anak pertama dari empat bersaudara dan semua adik saya juga sekolah😦.

Pertama kalinya saya merasakan susahnya bersekolah karena setiap hari harus berbagi uang bekal yang sudah sangat minim dengan adik-adik saya🙂, walaupun begitu tak menggoyahkan langkah kaki saya dan adik-adik untuk tetap sekolah. Masih teringat ketika saat semester baru, saya belum dapat buku baru, pada akhirnya saya hanya membawa satu lembar kertas folio untuk mencatat pelajaran dan itu berlangusng beberapa minggu hingga saya mendapat buku baru, itu pun dikasih dari saudara yang berbaik hati.

Allah selalu tahu keadaan umatnya, beruntung saya punya banyak teman yang sanagat peduli dan memang solid, tiap hari saya dijemput pake motor bebek merah tahun tujuh puluhan miliknya Ari Lala, seorang sahabat  yang sedikit aneh🙂 , ya tapi setidaknya dia sangat baik dan saya bisa berhemat.

Puncak dari kejayaan masa sekolah adalah kelulusan UN, di sana saya berasa di ujung tanduk, berhadapan dengan situasi kuliah atau tidak kuliah, sempat merasa pesimis dengan keadaan, rasa sulit untuk melanjutkan menuju perkuliahan, orang tua tidak begitu banyak menaruh harapan begitu pun saya tidak berani sedikit pun untuk menggantungkan harapan pada mereka khawatir menjadi beban, beruntung bisa tamat SMA juga karena ada program beasiswa.

Hingga akhirnya saya nekad untuk ikut tes di salah satu PTN d Bandung, dan alhamdulillah bisa lolos di jurusan pendidikan matematika, pada waktu itu saya bingung, orang tua pun kaget ketika saya kasih kabar, akhirnya dengan penuh keterbatasan, dukungan dari orang sekitar yang luar biasa dan Allah yang selalu di sisi saya saya bisa kuliah.

Setahun pertama kuliah keadaan ekonomi keluarga belum membaik, kondisi semakin sulit dan itu bukan hal yang mudah bagi saya, sempat terberesit untuk berhenti but life must go on…, isn’t it?

Sebagai mahasiswa pendidikan, saya kerja sampingan sebagai guru les private, ya dalam seminggu setelah kuliah saya sempatkan untuk mengajar, lumayan hasilnya bisa buat hidup satu bulan. Keadaan tesebut  berlangung hingga tahun kedua, selanjutnya alhamdulillah keluarga kami berhasil melewati cobaan tersebut, keadaan terus membaik dan membaik.

Jatnika, adik saya, sekarang sedang menjalani perkuliahan semester tujuh, adik saya ketiga Irma duduk di bangku SMA kelas 2, dan De Pasya, adik yang saya yang paling kecil lagi konsetrasi mengahadapi UASBN di kelas 6 SD🙂 dan saya alhamdulillah udah lulus dan menjadi guru desa🙂. Semua ini berkat kegigihan Papa yang tanpa lelah berjuang demi keluarga dan Mama yang selalu jadi wanita tangguh bagi kami🙂

Pada akhirnya semua berawal dari mimpi dan memang harus ada perjuangan dan kerja keras, sedikit apa pun itu🙂

22 Tanggapan to “Sepenggal Cerita”

  1. dieka November 9, 2011 pada 3:18 pm #

    hoho… asal mw berusaha.. pasti ada jalan kan? iyakan.. bahkan untuk hal yang sepertinya tidak mungkin,,,, heu,,

  2. kimsanada November 9, 2011 pada 3:53 pm #

    Salut non.. Hidup yang diperjuangkan itu endingnya pasti indah.🙂

    • Desita Hanafiah November 9, 2011 pada 3:57 pm #

      🙂
      Hanya ingin berbagi saja🙂 .Terima Kasih kunjungannya🙂

  3. choirul November 10, 2011 pada 3:07 am #

    subhanallah…. usaha yang sangat bagus untuk dicontoh….. yang penting jangan pernah berputus asa….

  4. nawari November 10, 2011 pada 3:08 am #

    Allah memberikan balasan yang terbaik mbak, jangan pernah putus asa… semangat selalu

  5. nonaedda aka @NaiNaay November 10, 2011 pada 4:43 am #

    satu kata,, great!!😀
    salam kenal yah😉

  6. Mabruri Sirampog November 10, 2011 pada 8:46 am #

    subhanallah,,
    fdengan kuasaNya, selalu akan ada jalan kemudahan bagi orang2 yang mau berusaha dan berdo’a.
    luar biasa..

    • Desita Hanafiah November 13, 2011 pada 2:51 pm #

      Alhamdulillah bang, tiada daya dan kekuatan kecuali milik Allah, amin …

  7. Hijauku November 10, 2011 pada 7:37 pm #

    maju terus pantang mundur🙂 salam kenal

  8. Belajar Photoshop November 11, 2011 pada 2:09 pm #

    loh… impian emang akan ttp jadi impian sebelum kita ngelangkahin kaki kita buat wujudin impian tersebut bukan.. sama seperti kata orang.. bahwa doa yg paling mujarab adalah ‘usaha’🙂 sukses iia🙂

  9. Marchei Riendra November 11, 2011 pada 7:10 pm #

    Mbak, menginspirasi banget kisahnya… saya juga mengalami hal demikian di awal kuliah. tapi rupanya Allah memang Maha Baik. ketika kesulitan keuangan (sampai tinggal uang receh 500an di dompet), pasti ada aja yang menolong.
    Keep fighting ya mbak…

    • Desita Hanafiah November 13, 2011 pada 2:55 pm #

      heheh iyah memang nasip mahasiswa ya kadanag kita berada pada situasi mencekik dengan uang recehan🙂 tapi begitulah kedewasaan menuntut kita untuk menghadapi semuanya, thanks chei🙂, tong mbak atuh teteh we da sami urang sunda😉

  10. orange float November 12, 2011 pada 3:32 pm #

    jangan menyerah, begitu kata d’massiv

  11. hahn November 13, 2011 pada 1:40 pm #

    wow keereeenn

    btw makanya klo pas kuliah itu kenalan sama TU, jadi kesempatan dapet beasiswa 2 kali lebih besar hihihi
    *pengalaman*

    • Desita Hanafiah November 13, 2011 pada 2:57 pm #

      hehehhe iya deh… yang deket sama Na*ng mah, eh badewei beliau sudah tak ada di mipa sekarang mah

      • sholihah Desember 26, 2011 pada 2:06 pm #

        alhamdulillah dg membaca ne q bsa tersenyu dan bersemangat menyambut ,masa depan,,,,,,,, saat ne q jg sedang mengalami masa2 itu,,,,,,, t
        tp q percaya akan rahmad kasih nya yg bgtu agung
        I love ALLAH
        cnta yg haqiqi,,,,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: