Saya Mengajar bukan Menghajar

18 Mar

Mengajar dan menghajar merupakan dua kata yang hampir mirip beda satu huruf saja ‘h’. Tentu artinya beda jauh, baiklah akan saya paparkan sedikit mengenai perbedaan mengajar dan menghajar.

Ada banyak pengertian mengajar yang dikemukakan beberapa ahli, namun saya ambil satu saja, mengajar adalah usaha guru untuk menciptakan kondisi-kondisi atau mengatur lingkungan sedemikian rupa, sehingga terjadi interaksi antara siswa dan lingkungannya, termasuk guru, alat pelajaran dan sebagainya yang disebut proses belajar, sehingga tercapai tujuan pelajaran yang telah ditentukan. Lebih lanjut tentang: Pengertian Proses Belajar Mengajar


Sedangkan menghajar adalah:
1. memukuli dsb supaya jera; memukuli sbg hukuman: dia ~ anaknya sendiri;
source: kbbi3
2. membuat tidak berdaya: sang juara telah berhasil secara beruntun ~ semua lawannya , lihat lebih lanjut: kamus.
Jadi, pembaca sekalian sudah jelas ya perbedaan mengajar dan menghajar.
Baiklah sekarang saya mau bercerita, tentang keinginan saya untuk mengajar, keinginan ini berawal semenjak saya lulus SMA, sampai pada akhirnya saya masuk perguruan tinggi Negeri keguruan di Bandung dan mengambil jurusan Pendidikan Matematika.
Dan Alhamdulillah, sudah tiga bulan saya mengajar di SMK terdekat rumah, rasanya luar biasa, campur aduk kaya rujak. Ternyata mengajar itu tidak semudah yang kita pikirkan, ada beban moral di sana, mengajar tuh bukan sekedar pekerjaan, tapi lebih panggilan nurani.
Ada kepuasan tersendiri kita murid-murid kita paham akan apa yang kita ajarkan, ada rasa bahagia ketika melihat mereka tersenyum dan menyapa kita dan mengucapakan “Ibu… Assalamualaikum…”.
Saya berusaha mengaplikasikan metode-metode pengelolaan kelas yang dulu dipelajari sewaktu kuliah, dan ternyata hmm… tak semudah yang kita kira, semakin hari semakin saya mengerti setiap individu anak mempunyai karakter yang berbeda, dan cara belajarnya masing-masing. Nah, di sinilah kreatifitas kita ditantang sebagai guru proffesional.
Saya berusaha mentransfer ilmu dengan cara menyenangkan, apalagi mata pelajaran yang saya ajarkan merupakan mata pelajaran yang dianggap paling susah.

Terlepas dari metode pembelajaran, ada rasa nyaman jika kita berada di tengah-tengah murid, saya menganggap mereka sebagai teman yang menyenangkan. Kata-kata mereka yang menunjukkan perhatian dan kepedulian membuat diri menjadi merasa lebih berarti. Karena memang penghargaan menurut beberapa pakar adalah sebuah kebutuhan tertinggi yang dibutuhkan manusia. Itulah mengapa banyak orang yang sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi, ketika mereka jenuh dan mendapatkan guru sebagai profesi barunya, mereka merasakan seolah-olah segala kebutuhannya, kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan untuk berbagi dan mendapatkan ilmu, dan lain sebagainya sudah terpenuhi.

Hmmm … pada akhirnya, inilah pekerjaan saya, ya… mengajar bukan menghajar.

13 Tanggapan to “Saya Mengajar bukan Menghajar”

  1. dieka Maret 18, 2011 pada 3:14 am #

    ehmm… *ngangguk-nganguk*… bu guru saya mw daptar donk jadi muridnya:mrgreen:

    • Desita Hanafiah Maret 23, 2011 pada 1:31 am #

      hehehe sini kalau kamu jadi murid aku , aku tendang kamu ^_^

      • dieka Maret 23, 2011 pada 7:07 am #

        cm ini guru yang tidak terpuji😀

  2. acepbaduy Maret 21, 2011 pada 10:54 am #

    OOOoooooOOOOOOOOOOhhhhhhhhhhh.

    Nambihan ah: Upami mengajar mah nyandak panunjuk, menghajar mah nyandak ho-e.😀

    • Desita Hanafiah Maret 23, 2011 pada 1:32 am #

      hehehe leres pisan Kang Acep *shakehand

  3. Kania Maret 26, 2011 pada 4:43 am #

    Waaahh…lanjutkan perjuangan mu Bu Decil, kepuasan mengajar memang tidak bisa diukur dengan harga, kepuasan ketika murid yg tadinya tidak bisa menjadi bisa (menurut pengalaman my mom & dad, he..).
    Selamat mencerdaskan anak-anak bangsa bu guru ^^

    #Pengen deh skali-skali ikut belajar d kelas bu decil, hihi

    • Desita Hanafiah Maret 31, 2011 pada 11:51 am #

      hihihi thans ceu…. okay semangat!
      sini atuh kita belajar dan bermain …

  4. hahn Maret 26, 2011 pada 10:39 am #

    waaaah jadi inget waktu ngajar matikmatik di smp terpencil di negeri kabupaten bandung
    susahnya hihihihi

    selamat bu guru…. ajarin saya matikmatik yaaaa😀

    • Desita Hanafiah Maret 31, 2011 pada 11:53 am #

      hihihihi nah itu juha mastah salah satu kendala mengajar di pinggiran , hmmm agak susah yah…
      apa? gak salah nih? masa junior ngajarin mastah?

  5. Goda-Gado Maret 31, 2011 pada 5:03 am #

    berdasar pengalaman sy mengajar dulu dan diajar oleh guru.
    bukan mentransfer ilmu dengan cara menyenangkan, atau mengajar dengan metode yang kreatif segala macem.
    Bagiku mau menyenangkan atau tidak, itu terletak bukan dari diri kita yang secara ego menyatakan dan mengklaim.
    Itu dikembalikan kepada murid2nya.

    Sy lebih memahami mengajar adalah memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan dan diperluka oleh murid2.

    Bagaimana mereka merasa nyaman, maka itulah yang harus dilakukan oleh guru.

    Belum tentu semua murid menerima sebuah metode baru yang terkesan menyenangkan. Tidak semua murid menyukai metode belajar sang guru.😀

    semoga bisa menjadi pembelajaran kita bersama semua.

    • Desita Hanafiah Maret 31, 2011 pada 11:49 am #

      hohohohop, iyah baru tersadar setelah mengajar langsung, ternyata tiap individu anak mempunyai karakter yang berbeda dan cara belajarnya masing-masing dan nyatanya metode yang kita anggap menyenangkan itu tidak semua anak menggapnya sama menyenangkan.
      Thanks sharingnya🙂

      • Goda-Gado April 4, 2011 pada 1:59 pm #

        sama2 mbak Desita Hanafiah….🙂
        semoga murid2nya jadi anak2 pinter dan bertaqwa semuanya

  6. m.busyairi Mei 9, 2011 pada 5:38 am #

    kalo bu guru tdk mengajar malah menghajar,berarti mata pelajarannya itu bkn matematika tapi malah matimatian.yo’i salam buat bu guruku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: