Dua Cangkir Saja

24 Nov

Tak terasa hampir dua jam berkutat dengan hal yang runyam ini. Jam dinding Arsenal berwarna biru itu menunjukan pukul 03.49, kupandangi jam itu, dan menggurutu, ‘ahh sudah lama ingin kucopot dan menggantinya dengan jam dinding bertema Real Madrid.’ Mari kita lupakan tentang jam nya.
Wah lumayan ternyata jam segini lebih produktif untuk mengerjakan sesuatu dibanding siang hari, target pun tuntas.
Ahaa lagu ‘hujan jangan marah’ dari ERK ini mengawali rentetan playlist saya, cocok banget di pagi buta yang tak henti-hentinya meneteskan gerimis lirih, semoga hujan kali ini membawa manfaat, amin.
Mata terkantuk-kantuk sambil melihat ke arah sebungkus kopi, kemarin malam saya memutuskan untuk membelinya, sekedar ingin mencoba keampuhan kopi yang konon dapat meningkatkan kinerja otot jantung. Walaupun sebetulnya saya tak begitu suka, hanya karena terdesak.
Mudah-mudahan kali ini gak mules.
Dan, ternyata memang begitu, ampuh hahaha. Tak terasa dua bungkus habis saya seduh, ditambah dua pisang crispy yang sengaja disediakan untuk pagi ini, emm enyak-enyak-enyak.

Bbbbrrrr, berontak melawan dingin bergerak meraih hangat dengan menarik selimut sambil meneruskan senam jari dan melototin layar notebook.
Sepintas terlintas momen indah yang dibawa oleh lagunya Cold Play berjudul yellow. . .
Tidak! Bangun des. . .*plak!

Entah kopi ini yang hebat ataukah saya yang lagi semangat, ahha… Senengnya semua habis dihajar tak terkecuali cemilan-cemilan yang ada di samping saya.
Yang jelas, sepertinya akan punya hobi baru yaitu: ngopi.

Ahh jam dindingnya masih Arsenal dan menunjukkan pukul 04.12, sebentar lagi berkumandang adzan shubuh.

Baiklah setelah sekian lagu diputar, saya memutuskan memilih lagu dari Glen hansard dan Marketa Irglova, falling Slowly.

Siap-siap untuk bersyukur padaNYA atas nikmat di pagi ini dan curhat denganNYA, semoga selalu mendapat pencerahan.

Eh ada ralat, playlist terakhir adalah ‘debu beterbangan’ dari ERK.

… Demi masa sungguh kita tersesat sungguh kita tersesat, membiasakan yang haram, karena kita manusia, pada saatnya nanti kita tak bisa bersembunyi, kita pun menyesali kita merugi.
Pada siapa mohon perlindungan, debu2 berterbangan. . .

Baiklah saya akhiri dengan tegukkan terakhir kopi ini.

Jika anda mau, mari saya buatkan secangkir kopi, duduk bersama berbagi cerita atau sekedar mendengarkan lantunan lagu-lagu.

10 Tanggapan to “Dua Cangkir Saja”

  1. hahn November 24, 2010 pada 10:37 am #

    Pertamax!

    akhirnya apdet juga
    selamat, anda telah berhasil menjadi bloger tipe pertama

    • Desita Hanafiah November 24, 2010 pada 10:38 am #

      wikidiew terima kasih mastah ^_^
      saya terlepas dari tipe kedua, Horray.

  2. dieka November 24, 2010 pada 3:03 pm #

    repost dari epbe yang sebelumnya juga kyknyaπŸ˜€

    • Desita Hanafiah Desember 15, 2010 pada 9:24 am #

      iya dik, lumayan daripada kosong ni blog.

  3. Asop April 9, 2011 pada 1:53 pm #

    Saya suka kopi!πŸ˜€

    • Desita Hanafiah April 9, 2011 pada 2:14 pm #

      Saya suka kopi juga, kondisional sayah mah kangπŸ˜€

      • Asop April 10, 2011 pada 2:39 am #

        Kalo saya, untuk amannya, sebelum minum kopi saya pastikan perut terisi, alias udah makan. Saya kadang maag juga kalo telat makannya kebangetan, jadi saya perut harus terisi kalo mau minum yang asam2 ato kecut.πŸ˜€

        Dan bener, batas terbaik minum kopi sehari hanya dua cangkir (bukan gelas). Sebaiknya juga minum kopi hitam (tubruk) yang berampas, jangan minum kopi instan (macam nescafe, torabika, ato ABC). Kopi instan itu hanya ekstrak aja, gak bakal dapet manfaat kopi sepenuhnya. Kandungan gula dan krimernya juga tinggi, artinya kalori tinggi.
        Kalo kopi tubruk, perihal nanti ampasnya mau disaring, silakan aja. Tunggu sekitar 5 menit sebelum ampasnya dibuang.πŸ™‚

        Kalo mau lebih sehat, jangan minum kopi hitam pake gula. SAya udah dua bulan ini bisa minum kopi tanpa gula, ternyata enak juga.πŸ˜€

      • Desita Hanafiah April 10, 2011 pada 5:47 am #

        HOhoho, pantesan dulu awal saya gak suka kopi juga begitu, mencoba minum kopi di pagi hari dan alhasil mules, ternyata perutnya belum diisi dulu,beda banget sama orang2 yang udah bisa minum kopi sebelum makan.
        Memang katanya begitu lebih baik minum kopi tubruk dibanding kopi instan, gak sehat.
        Ohohoho ternyata penikmat kopi tanpa gula toh? udah nyoba kopi luwak?

  4. danni moring April 9, 2011 pada 3:11 pm #

    2 cangkir saja, tapi kok gambarnya 1 cangkir…1 cangkir buat gw mana? :D…hehehe

    • Desita Hanafiah April 9, 2011 pada 3:34 pm #

      Heheh, satu cangkir lagi bawa sendiri, bagi yang mau nemenin minum kopi bareng gw :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: