Sang Pemimpi

19 Des

Setelah sekian tahun semenjak baca novel itu, setelah berbulan-bulan penantian, setelah berpuluh minggu berharap , setelah 7 hari penasaran dan setalah 2 jam mengantri akhirnya …Here it is ! The Second of Tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi.

Saya begitu penasaran dengan film ini, apakah sutradaranya cukup pintar mendeskripsikan tokoh-tokoh dalam novel tersebut  terutama Ikal, Arai dan jimbron. Dan ternyata hampir sama denga novel , luar biasa.

Ikal yang selalu belajar dari sepupu simpai keramatnya ( Arai) dan seorang fans berat dari Rhoma Irama, Arai yang tak henti-hentinya bermimipi dan sangat tergila-gila pada tambatan hatinya ( Zakia) juga ada Jimbron  lelaki tambun yang sangat terobsesi dengan kuda. Ketiga tokoh utama tersebut sudah pas seseuai dengan deskripsi novel.

Adegan -adegan konyol dan lucu juga selalu menggelitik perut kita, selain itu juga film ni mampu membangkitkan emosi kita saat Ayah Ikal harus duduk paling belakang dan menunggu giliran panggilan paling terakhir menerima raport karena nilai Ikal yang turun drastis. Ikal remaja begitu menyesal melihat Ayahnya kecewa bukan main. Hingga saat itu Ikal bertekad akan mewujudkan mimpi-mimpinya bersama Arai untuk ke Jakarta dan menuju Sorboune Prancis.

Namun ada sedikit perubahan skenario, pada saat Ikal dan Arai pergi ke Jakrta , seharusnya mereka terpisah , Ikal kuliah di Universitas Indonesia dan Arai malah kuliah di Universitas yang ada di Lampung. Kemudian mereka seharusnya dipertemukan kembali beberapa tahun kemudian saat wawancara untuk beasiswa S2 ke Sourboune Prancis hingga akhirnya berangkat bersama mewujudkan mimpi-mimpi mereka.Sebetulnya bagi mereka yang belum baca novelnya tak jadi masalahtapi buat saya mah jadi gak konsen, jadi banyak protes, bikin gaduh aja, untung gak sampai dilempar  popcorn  ma penonton lain juga xixixixix

But, So Far , film ini merupakan film Indonesia yang berkualitas dan mendidik  dan tentunya  wajib ditonton. Banyak pesan moral yang dapat kita ambil lho… intinya kita jangan pernah menyerah dalam berusaha dan mewujudkan mimpi-mimpi kita.

Sperti kutipan kata-kata Arai  berikut :

  • ” Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita”.
  • ” Kita takkan pernah mendahului nasib. Pesimistis tak lebih dari sikap Takabur mendahului nasib”

So, ayo nontooonnnnnnnnnnnnnnnnnnnn…………………..


Film garapan Riri Riza dan Mira Lesamana ini memang okeh…

Terus kalau ada yang mau liat Ariel Peterpen, nonton deh film ini, pasti bisa ngeliat Ariel yang konon cakep.

11 Tanggapan to “Sang Pemimpi”

  1. andriana deni Desember 20, 2009 pada 12:11 pm #

    damang neng gelis teh he he he si aku teh lom nonton uiy film sang pemimpinya ntr dech tapi kalo novelnya dah kelar semua neng ???

  2. dieka Desember 21, 2009 pada 11:05 am #

    waaa,,,, aq juga pngen nntn.. tp qo yang jadi arainya aril ya… gada critanya aril di tolak cwe.. smua cwe juga mw ma dy mah… huuu….

    • Desita Hanafiah Desember 29, 2009 pada 3:30 am #

      huhuhu…tapi dik, yang diperanin arai itu bukal ariel peterpan tapi arai, jadi wajar kalo dia ditolak, lagian menurut aku mah c ariel tuh biasa-biasa aja tampangnya,,,bagusan Mang Mamat penjaga sekolah SD kita hehehhe

      • dieka Desember 30, 2009 pada 12:06 pm #

        hahaha.. mang mamat… yayaya itu dy namanya.. tumben aq igt ya des.. hehehe..

        hah.. kmu srius ariel tuh biasa2 ajah?? ya ampun.. langka kmu des… eh ternyata adegan black screen ada juga ya??? hehehe kirain cm aq ajah.. soal aq nntn nomat😛 biar murah.. hjehehe

        psti bjakan tuh… hehehe

  3. acp Desember 24, 2009 pada 3:24 am #

    Euhhhh.gimana ini teh,mau diajak nonton udah nongton duluan.Teu aleg😦 .tapi bakalan lebih suka bukunya,film suka terlalu pendek,kurang detil ~kayak yang bisa wae bikinnya hehehehe~ tapi kalo dateng dari buku itu mah pasti nampol.Hirata selalu ada didepan,setelah Pram,setelah UmarKayam tapinya🙂

    • Desita Hanafiah Desember 29, 2009 pada 3:35 am #

      euh seriusan mu ngajakin nonton???
      Heu..ya eya atuh kang, hinrata always behind Pram and Umar …

      • acp Desember 30, 2009 pada 12:37 pm #

        S_E_R_I_U_S….

        But, forget it lah😀

  4. sopandiahmad Desember 29, 2009 pada 7:32 am #

    Dah nonton. Bagus, tapi di tengah tayangan ada yang bikin ngantuk.

    • Desita Hanafiah Desember 29, 2009 pada 1:23 pm #

      emang…makanya kecewa akuh kecewa pan…

  5. bocipalz Desember 29, 2009 pada 1:09 pm #

    kalo membandingkan dengan novelnya, ada banyak potongan disana-sini dan itu mengurangi “nilai” khayalan yang sudah ada bagi pembaca novelnya..
    tapi karena tuntutan skenario, yah gitu lah…

    ada yang sungguh “memalukan”
    pengulangan scene yang sampe 4 kali (kalo gak salah hitung)
    mau tau scene yang mana?
    saat sang ayah juara sedunia naek sepeda..
    itu diulang2 terus..
    ngabisin waktu aja..

    juga dengan blank screen..
    ckckkckc…

    overall, bagus laah🙂

  6. Desita Hanafiah Desember 29, 2009 pada 1:24 pm #

    iya…ih kirain cuman di bioskop aku ajah yg blank screen ..oh itu teh dari sana nya ya…hmmm…parah…
    gak rapih berrti editannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: