PANDEMI BUKAN BERARTI LANGKAH TERHENTI

25 Sep

Sejak kemunculannya di Wuhan China bulan November 2019, Corronavirus Disease 2019 (Covid-19) mulai memasuki Indonesia pada tanggal 30 Maret 2020 dengan kasus pertama Seorang ibu dan anaknya (sumber data: detikhealth). Pemerintah menerapkan situasi darurat Covid-19 dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bukannya berkurang angka positif Coivd-19 nyatanya makin meningkat dan tidak terasa kita sudah memasuki bulan keenam berjuang melawan Pandemi ini.. Menurut akun Instagram Pandemic Talks, Covid-19 ini semakin menjadi-jadi dan tercatat kasus harian positif covid-19 per tanggal 23 September 2020 adalah 4.465 kasus per hari.

Akibat dari PSBB pun tidak bisa kita hindari para  pekerja kantoran diharuskan bekerja dari rumah tak terkecuali para guru sehingga sekolah pun diberlakukan secara jarak jauh melalui belajar dalam jaringan (daring).Gaya hidup pun dipaksa berubah dimana kita harus menerapkan aturan protokol kesehatan dimanapun berada dan kapanpun dengan cara memakai masker, menjaga jarak  dan selalu menjaga kebersihan. Akibat Pandemi berkepanjangan ini , banyak dampak yang terjadi. Pada umumnya Pandemi Covid-19 ini membuat kita semua merasakan kesulitan dalam mempertahankan hidup. Kita dituntut untuk tetap produktif selama vaksin covid-19  masih dalam tahap pengujian. Caranya adalah dengan menyesuaikan kehidupan dengan kondisi saat ini alias hidup normal dengan cara baru (adaptasi kebiasaan baru). Selain penanganannya yang berbeda, pandemi ini juga mempengaruhi perilaku dan pola aktivitas ekonimi, usaha serta peluang bisnis.

            Kesulitan selama Pandemi pun dirasakan oleh para guru khususnya saya. Berbagai strategi pembelajaran dilakukan untuk memaksimalkan pembelajaran pada masa New Normal. Strategi pembelajaran daring dan luar jaringan (luring) menjadi andalan untuk memaksimalkan layanan pembelajaran kepada peserta didik untuk memfasilitasi peserta didik yang terjangkau maupun yang tidak terjangkau akses internet. Di Masa Pandemi ini saya tertantang untuk memanfaatkan media social  seperti Whastapp dan Facebook  serta  berbagai platform edukasi diantaranya, Google Classroom, Quiziz, Zoom, Google Meeting dan lainnya dalam proses pembelajaran. Untuk pembelajaran Matematika saya memberanikan diri tampil dalam video pembelajaran yang diposting di Youtube pribadi maupun Youtube sekolah untuk memudahkan pemahaman peserta didik. Bukan hal mudah bagi saya yang juga mempunyai kesibukan selain mengajar untuk menggunakan berbagai kemudahan teknologi informasi tersebut. Namun ada sisi positif dibalik PSBB ini, saya dapat belajar banyak hal termasuk penggunaan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0 ini. Selain itu kita pun dapat meningkatkan kemampuan pedagogik maupun profesional dengan turut serta aktif mengikuti berbagai Webinar yang banyak dilesenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jabar maupun Kemdikbud. Hal tersebut dilakukan tidak lain untuk menghasilkan kualitas belajar peserta didik yang terbaik dan untuk mengendaikan konsentrasi peserta didik walaupun tidak bertemu langsung.

Untuk peserta didik yang tidak terjangkau akses internet pun kita harus memutar otak agar pembelajaran bisa berangsung misalnya dengan membuat modul pembelajaran yang dapat diakses secara luring tanpa memerlukan akses kuota, begitu pun untuk evaluasi bisa disiasati dengan cara mengumpulkan tugas ke sekolah dalam jangka waktu yang sudah disepakati dan tentu prosesnya memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  Meskipun proses pembelajaran daring dan luring tidak seefektif proses pembelajaran tatap muka, namun sudah tugas seorang guru menyiasati bagaimana agar kualitas belajar tetap baik. Tidak lupa penanaman  karakter pada masa pandemi ini juga sangat penting, bagaimana kita memperhatikan kondisi psikologis peserta didik yang sepanjang hari belajar dari rumah beberapa bulan terakhir ini dengan cara terus menjalin komunikasi dengan orang tua dan memberi motivasi peserta didik. Agar harapan Kang Emil, Gubernur Jawa Barat pada program “ Jabar MASAGI”  membentuk manusia unggul Jawa Barat  yang mempunyai empat nilai, yaitu secara fisik badannya harus sehat, cerdas, berkahlak dan religious dapat terwujud walaupun di tengah pandemi.

            Selain tugas utama mengajar saya pun ditantang untuk bertahan hidup memaksimalkan pendapatan keluarga karena pada masa Pandemi ini tidak dapat dipungkiri perekonomian pun terganggu. Sesuatu yang menggunakan kreativitas dan inovasi akan memunculkan peluang usaha. Saya pun mecoba hal baru dengan mencoba melebarkan usaha Seblak ibu saya dengan membidik pasar online menjangkau berbagai kota. Seblak yang merupakan makanan khas di Jawa Barat khususnya di Bandung ini begitu populer dan cukup berdaya saing dalam usaha kuliner serta anomali masyarakat yang ingin serba instan sehingga memberikan ide kepada saya untuk membuat Seblak kemasan instan yang menarik, praktis dan memiliki cita rasa tinggi. Di masa Pandemi ini saya mantap membuka usaha online dengan mnama “Seblak Balak Instan”  yang dipasarkan melalui situs komersil Shopee dan Instagram sehingga pelanggan luar kota pun bisa terakomodasi melalui pemasaran online.

            Situasi Pandemi ini tentu sangat sulit namun dengan semangat dan motivasi yang tinggi kita harus menjadikan momen ini untuk mencapai banyak tujuan bukan hanya mencapai satu tujuan saja. Pentingnya melihat perubahan dan mau berubah, pentingnya selalu belajar,  produktif dan aktif menjadi Guru Penggerak sesuai arahan Menteri Pendidikan, Bapak Nadiem Makarim.

            Semoga masa Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan kebali normal seperti semula. Tetap berpikir positif dan selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. Mari kita berjuang melawan Pandemi Covid-19 dengan terus berkarya!

“Jabar Bermasker – Jabar berbagi Motivasi Kreatif”

Judul                           : Pandemi Bukan Berarti Langkah Terhenti

Nama Lengkap            : Desita Purwati Sundari, S.Pd.

Guru Mata Pelajaran   : Matematika

Asal Sekolah               : SMKN 5 Pangalengan Kab. Bandung

#JabarBermaskerChallenge

#JabarBermaskerChalenge_Blog/Artikel

#KeepCenghar

#JabarSemangatBDR

#sahabattikomdig

COME BACK

30 Sep

Forever is only as long as today, sebuah kebesaran Allah SWT yang Maha Agung dan Maha berkehendak, yang telah menuliskan semua takdir mahklukNya di muka bumi ini.

Berbagai kejadian yang telah DIA berikan kepada kita tak ada satu pun yang tak berarti, seperti kutipan dari Harun Yahya berikut ini :

“ Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan”.

Kesedihan, Keterpurukan, Kenistaan, Kebencian, dan akhirnya Kenikmatan yang luar biasa lumrah terjadi pada setiap manusia seperti kutipan di atas tidak ada yang kebetulan semua sudah diatur Jadi kenapa kita mesti lari dari kebodohan yang sebelumnya sudah dibuat hingga menghukum jari jemari serta pikiran untuk tak lagi menulis di sini. Mari berdamai dengan masa lalu.

Baca lebih lanjut

Menyapa

4 Apr

Hallo, kira-kira kalau saya menulis lagi di blog masih ada yang mau baca?

Rasanya sudah lama sekali jemari ini tak menari-nari mengungkapkan isi hati.

Rasanya kaku karena bukan saja kemarin meninggalkan blog ini namun sudah empat taun yang lalu :))) Begitu banyak momen yang tak tertuliskan hingga bingung mulai dari mana.

Baiklah, saya rasa cukup sampai di sini dulu.

 

Hujan di Bulan November

14 Nov

Hujan di Bulan November masih saja menemani.

Aku selalu memandangi gerimis dari balik jendela.

Derasnya telah sampai ke dada.

Membanjiri hati dan ingatan

huujan

Sebelas Penyakit Guru

9 Okt

Terkadang membuka catatan lama itu perlu, asal gak buka luka lama saja *eh
Membuka catatan yang digunakan ketika diklat implementasi kurikulum 2013 Juli lalu, lumayan ada banyak informasi yang hampir terlupakan dan bisa direview kembali.
Begitu pun catatan lucu tentang sebelas penyakit guru.
Penasaran kan? Kira-kira penyakit macam apa yang bisa diidap seorang guru.
Check this out!

1) Diare (DI kelas anak diREmehkan)
2) Asam Urat ( Asal SAmpaikan materi URutan tidak Akurat)
3) Kudis ( KUrang DISiplin)
4) TBC (Tidak Bisa Komputer, alias gaptek)
5) Mual ( MUtu Amat Lemah)
6) Asma (Asal Masuk Kelas)
7) Kusta ( Kurang strategi, alias mati gaya)
8) Kram (Kurang teRAMpil)
9) Tipes ( Tidak Punya Selera)
10) Lesu (LEmah SUmber)
11) Ginjal (Gajinya Nihil jarang aktif dan terlambat).

Heuheu, itulah salah satu oleh-oleh dari diklat implementasi kurikulum 2013, mudah-mudahan pembaca yang berprofesi guru juga dapat terhindar dari penyakit-penyakit di atas.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi sosok guru yang selalu dinanti tuk jadi embun penyejuk bukan jadi sumber penyakit 😉

Sudut Rindu

8 Okt

Ketika jeda memisahkan
Ketika beda menjadi masalah
Ketika ketaksepahaman menjadi dilema
Ketika keegoisan menjadi raja
Ketika isak tangis jadi bahasa
Hadir ruang rindu yang amat dalam dari seorang anak
Rindu dekapan lembut nan hangat

Aku pun merindumu  Mama

Oktober

1 Okt

Pagi ini Oktober memulai mentari pertamanya.

Berkas cahayanya tak sesilau tahun lalu.

Aroma udara berbeda.

Pun tanah yang kita pijak.

Harus ada yang berubah.

Begitulah hukum alam.

Tapi tidak bagi sebagian lainnya.

Laiknya diri, sementara kereta membawa raga ini pada suatu tempat.

Jiwaku masih saja menapaki rel lain dengan impian-impian yang lain

Psikis VS Heart Burn

29 Sep

Subhanallah, ternyata begitu banyak yang harus dirasakan dan dilewati oleh seorang ibu ketika mengandung bayinya. Mulai dari mual-mual, ngidam, dan lainnya. Kondisi setiap ibu hamil ketika mengandung berbeda-beda, saya termasuk ibu hamil yang tidak terlalu merasakan mual dan ngidam yang aneh-aneh. Alhamdulillah, aktivitas harian pun bisa dilakukan dengan normal. Hanya satu yang saya rasakan berat, kondisi psikologis saya diuji betul ketika mengandung anak pertama ini, rasanya mudah tersinggung, sentimen, dan perasa sekali. Ada saat dimana saya bisa tiba-tiba menangis tanpa alasan jelas, merasa orang sekitar tak peduli dan berbagai pikiran negatif laiinya. Ini jelas ujian dari Allah agar saya banyak istigfar dan lebih bisa memanajemen qolbu dengan baik dan ikhlas menyerahkan semuanya kepada Allah hanya Allah tidak yang lain. Oke itu seputar psikis saya, lain hal dengan kondisi fisik saya ini. Pada usia kandungan yang sudah masuk trisemester II ini, saya pun mulai merasakan gejala heart burn (nyeri ulu hati). Heart Burn, menurut kerabat saya yang seorang bidan, adalah hal umum yang dirasakan ibu hamil, nyeri luar biasa pada ulu hati serasa ditusuk. Hal ini disebabkan peningkatan sekresi hormon wanita, progesteron. Peningkatan hormon ini berakibat melemahnya katup pada lambung, selain itu pada usia trisemester II ini janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat menyebabkan nyeri tersebut. Menurut pengalaman dan beberapa saran, saya akan tulis tips untuk mengatasi heart burn ini. TIPS : 1. Makanlah dalam jumlah sedikit namun sering. 2. Hindari makan pedas dan asam. 3. Jangan berbaring saat dan setelah makan. 4. Minum air ekstrak jahe dikasih gula merah. 5. Konsumsi obat maag yang aman bagi ibu hamil. Yah, akhirnya ada sesuatu yang saya tulis dan berbagi pengalaman, dan tentunya hal ini membuat pikiran saya sehat. Semoga psikis Vs Heart Burn ini tidak melemahkan saya. Fighting !!!

Dia Malu

29 Sep

September ceria hendak berlalu dan saya baru saja akan memulai aktivitas yang terlupakan, ya menulis. Memulai kembali menulis setelah beberapa bulan absen karena satu lain hal (dibaca: males) dan hal ini berakibat negatif pada pikiran saya ini, rasanya pikiran saya sangat tidak sehat 🙂
Baiklah, jari jemari ini agak gugup, kebingungan untuk memulai tariannya, terlalu banyak cerita yang terlewatkan, pun begitu banyak berkah dan nikmat yang tidak sempat saya syukuri melalui tulisan.

Dan mulailah pikiran saya menuntun pada kondisi saya saat ini, AlhamdulillahAllah telah menitipkan janin pada ruang rahim saya yang Insya Allah menjadi anak sholeh/sholehah. Usia janin sekarang 23 minggu sedangkan lama kehamilan sudah masuk 25 minggu, ah … nikmat sekali rasanya dapat merasakan setiap detail tumbuh kembangnya.

Saya sudah melakukan beberapa kali pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG pertama ketika usia janin masih 8 minggu dan yang kedua ketika usianya 13 minggu. Pada saat pemeriksaan USG yang kedua inilah saya tak berhenti mengucap syukur rasa takjub terus menggetarkan tubuh atas apa yang saya lihat, Subhanallah, ada sesosok kerangka kecil berbentuk manusia bergerak-gerak lincah, lucu dan mungil :’) begitu jelas terlihat kaki, kepala dan tangannya, dan pada saat itulah saya baru benar-benar tersadar dan percaya kalau ada makhluk hidup yang sedang tumbuh dalam rahim, Alhamdulillah.

Pemeriksaan USG ketiga dilakukan ketika usia janin memasuki 20 minggu, tak sabar rasanya ingin melihat kembali perkembangannya sekaligus mencoba melihat jenis kelamin janin karena dokter bilang sudah bisa dilihat. Tapi rupanya, dede utun (janin) tak mau menampakkan bagian depan, dia nampak tertidur pulas membelakangi, hohoho oke deh dek utun rupanya malu 🙂

Apapun baik bayi laki-laki maupun perempuan, saya berdoa yang terbaik, sempurna fisik, sehat, dan taat sebagai hambaNYA.

image

Gambar

Mendaki Impian yang Lain

2 Mei

mtf_GHAsp_139