Hujan di Bulan November

14 Nov hujan-1

Hujan di Bulan November masih saja menemani.

Aku selalu memandangi gerimis dari balik jendela.

Derasnya telah sampai ke dada.

Membanjiri hati dan ingatan

huujan

Sebelas Penyakit Guru

9 Okt

Terkadang membuka catatan lama itu perlu, asal gak buka luka lama saja *eh
Membuka catatan yang digunakan ketika diklat implementasi kurikulum 2013 Juli lalu, lumayan ada banyak informasi yang hampir terlupakan dan bisa direview kembali.
Begitu pun catatan lucu tentang sebelas penyakit guru.
Penasaran kan? Kira-kira penyakit macam apa yang bisa diidap seorang guru.
Check this out!

1) Diare (DI kelas anak diREmehkan)
2) Asam Urat ( Asal SAmpaikan materi URutan tidak Akurat)
3) Kudis ( KUrang DISiplin)
4) TBC (Tidak Bisa Komputer, alias gaptek)
5) Mual ( MUtu Amat Lemah)
6) Asma (Asal Masuk Kelas)
7) Kusta ( Kurang strategi, alias mati gaya)
8) Kram (Kurang teRAMpil)
9) Tipes ( Tidak Punya Selera)
10) Lesu (LEmah SUmber)
11) Ginjal (Gajinya Nihil jarang aktif dan terlambat).

Heuheu, itulah salah satu oleh-oleh dari diklat implementasi kurikulum 2013, mudah-mudahan pembaca yang berprofesi guru juga dapat terhindar dari penyakit-penyakit di atas.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi sosok guru yang selalu dinanti tuk jadi embun penyejuk bukan jadi sumber penyakit😉

Sudut Rindu

8 Okt

Ketika jeda memisahkan
Ketika beda menjadi masalah
Ketika ketaksepahaman menjadi dilema
Ketika keegoisan menjadi raja
Ketika isak tangis jadi bahasa
Hadir ruang rindu yang amat dalam dari seorang anak
Rindu dekapan lembut nan hangat

Aku pun merindumu  Mama

Oktober

1 Okt

Pagi ini Oktober memulai mentari pertamanya.

Berkas cahayanya tak sesilau tahun lalu.

Aroma udara berbeda.

Pun tanah yang kita pijak.

Harus ada yang berubah.

Begitulah hukum alam.

Tapi tidak bagi sebagian lainnya.

Laiknya diri, sementara kereta membawa raga ini pada suatu tempat.

Jiwaku masih saja menapaki rel lain dengan impian-impian yang lain

Psikis VS Heart Burn

29 Sep

Subhanallah, ternyata begitu banyak yang harus dirasakan dan dilewati oleh seorang ibu ketika mengandung bayinya. Mulai dari mual-mual, ngidam, dan lainnya. Kondisi setiap ibu hamil ketika mengandung berbeda-beda, saya termasuk ibu hamil yang tidak terlalu merasakan mual dan ngidam yang aneh-aneh. Alhamdulillah, aktivitas harian pun bisa dilakukan dengan normal. Hanya satu yang saya rasakan berat, kondisi psikologis saya diuji betul ketika mengandung anak pertama ini, rasanya mudah tersinggung, sentimen, dan perasa sekali. Ada saat dimana saya bisa tiba-tiba menangis tanpa alasan jelas, merasa orang sekitar tak peduli dan berbagai pikiran negatif laiinya. Ini jelas ujian dari Allah agar saya banyak istigfar dan lebih bisa memanajemen qolbu dengan baik dan ikhlas menyerahkan semuanya kepada Allah hanya Allah tidak yang lain. Oke itu seputar psikis saya, lain hal dengan kondisi fisik saya ini. Pada usia kandungan yang sudah masuk trisemester II ini, saya pun mulai merasakan gejala heart burn (nyeri ulu hati). Heart Burn, menurut kerabat saya yang seorang bidan, adalah hal umum yang dirasakan ibu hamil, nyeri luar biasa pada ulu hati serasa ditusuk. Hal ini disebabkan peningkatan sekresi hormon wanita, progesteron. Peningkatan hormon ini berakibat melemahnya katup pada lambung, selain itu pada usia trisemester II ini janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat menyebabkan nyeri tersebut. Menurut pengalaman dan beberapa saran, saya akan tulis tips untuk mengatasi heart burn ini. TIPS : 1. Makanlah dalam jumlah sedikit namun sering. 2. Hindari makan pedas dan asam. 3. Jangan berbaring saat dan setelah makan. 4. Minum air ekstrak jahe dikasih gula merah. 5. Konsumsi obat maag yang aman bagi ibu hamil. Yah, akhirnya ada sesuatu yang saya tulis dan berbagi pengalaman, dan tentunya hal ini membuat pikiran saya sehat. Semoga psikis Vs Heart Burn ini tidak melemahkan saya. Fighting !!!

Dia Malu

29 Sep

September ceria hendak berlalu dan saya baru saja akan memulai aktivitas yang terlupakan, ya menulis. Memulai kembali menulis setelah beberapa bulan absen karena satu lain hal (dibaca: males) dan hal ini berakibat negatif pada pikiran saya ini, rasanya pikiran saya sangat tidak sehat🙂
Baiklah, jari jemari ini agak gugup, kebingungan untuk memulai tariannya, terlalu banyak cerita yang terlewatkan, pun begitu banyak berkah dan nikmat yang tidak sempat saya syukuri melalui tulisan.

Dan mulailah pikiran saya menuntun pada kondisi saya saat ini, AlhamdulillahAllah telah menitipkan janin pada ruang rahim saya yang Insya Allah menjadi anak sholeh/sholehah. Usia janin sekarang 23 minggu sedangkan lama kehamilan sudah masuk 25 minggu, ah … nikmat sekali rasanya dapat merasakan setiap detail tumbuh kembangnya.

Saya sudah melakukan beberapa kali pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG pertama ketika usia janin masih 8 minggu dan yang kedua ketika usianya 13 minggu. Pada saat pemeriksaan USG yang kedua inilah saya tak berhenti mengucap syukur rasa takjub terus menggetarkan tubuh atas apa yang saya lihat, Subhanallah, ada sesosok kerangka kecil berbentuk manusia bergerak-gerak lincah, lucu dan mungil :’) begitu jelas terlihat kaki, kepala dan tangannya, dan pada saat itulah saya baru benar-benar tersadar dan percaya kalau ada makhluk hidup yang sedang tumbuh dalam rahim, Alhamdulillah.

Pemeriksaan USG ketiga dilakukan ketika usia janin memasuki 20 minggu, tak sabar rasanya ingin melihat kembali perkembangannya sekaligus mencoba melihat jenis kelamin janin karena dokter bilang sudah bisa dilihat. Tapi rupanya, dede utun (janin) tak mau menampakkan bagian depan, dia nampak tertidur pulas membelakangi, hohoho oke deh dek utun rupanya malu🙂

Apapun baik bayi laki-laki maupun perempuan, saya berdoa yang terbaik, sempurna fisik, sehat, dan taat sebagai hambaNYA.

image

Gambar

Mendaki Impian yang Lain

2 Mei

mtf_GHAsp_139