Bulan suci Ramadhan telah tiba, saatnya kita memasuki bulan pernuh berkah dimana pintu amal terbuka lebar
Sebagai bagian dari masyrakat Sunda, saya sekeluarga terbiasa melakukan tradisi munggahan di rumah.
Pembaca yang budiman ada yang tahu munggahan itu apa?
Munggahan itu berasal dari kata ‘unggah’, dalam kamus kecil bahasa Sunda milik adek saya, Unggah artinya kecap pagawean nincak ti han-dap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur (Danadibrata, 2006:727) hehehe gak ngerti kan? jadi bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah kata kerja beranjak dari tempat rendah ke tempat atas
.
Karena dalam bahasa Sunda setiap kata kerja yang sedang dilakukan itu diberi akhiran -an, maka jadilah Munggahan, artinya melakukan unggah heuheu ya mirip-mirip artinya seperti sapedahan yang artinya bermain sepeda, nyiaran yang artinya melakukan seusatu,dll.
hoho, baiklah sudahi saja belajar bahasa Sunda nya, kembali pada kata Munggahan, karena artinya kata kerja untuk beranjak dari temaat rendah ke tempat yang lebih atas, maka orang Sunda lebih memaknai munggahan ini sebagai proses penyambutan diri menjelang bulan Ramadhan secara ruhaniah iman dan taqwa kita meningkat
Tradisi Munggahan ini turun menurun dilakukan oleh masyarakat Sunda sehari menjelang bulan Ramadhan ya walaupun sedikit tergeser oleh arus globalisasi dan informasi, acara munggahan yang biasa dilakukan oleh setiap keluarga beragam, diantaranya makan-makan di siang hari bersama keluarga besar, mengundang tetangga untuk melakukan pengajian dan mendengarkan ceramah seputar Ramadhan, keluarga yang ada di kota biasanya mudik untuk berkumpul dengan keluarga di desa bahkan ada beberapa masyarakat yang melakukan munggahan dengan berpiknik ria bersama sanak saudara ^_^
Tradisi munggahan ini memang tidak dicontohkan oleh Rasulullah, tetapi hendaknya kita pandang sebagai kearifan lokal dengan hikmah yang dapat diambil adalah saling memaafkan membersihkan diri menyambut bulan penuh Rahmah bulan Ramadhan hikmah lainnya menjalin silaturahmi dengan keluarga dan tetangga, sebagai momen keharmonisan hubungan keluarga dan tetangga
`Nah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya kami sekeluarga munggahan bersama nenek-kakek tercinta, tahun ini tidak dapat berkumpul bersama karena dua-duanya sudah almarhum
, jadi kegiatan munggahan kami hanya diam saja di rumah, mama saya sibuk masak, adikadik saya masih sibuk latihan basket dan karate, papah juga riweuh dengan kerjaannya dan saya sendiri sibuk ngejunk *eaaaaaa heuheu sesekali bantuin ngiris sayuran untuk sahur besok
dan lagi-lagi karena globalisasi dan informasi saya juga sibuk buka sms yang isinya ucapan maaf dan ucapan selamat datang bulan Ramadhan.
Tema sms yang masuk pun beragam, ada yang temanya narsis seperti ini:
Orang Ganteng Orang Jelek..
Gue Ganteng Elo Jelek..
Lebaran dah Dateng
Jadi Maafin Gw Ya …. Jek..
“Met Puasa …. ”
atau tema bahan bakar, seperti di bawah ini:
Marhaban ya Ramadhan,
semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
bahkan sms alay pun masuk ke inbox saya ^_^
heuheu mungkin karena pengaruh teknologi informasi seperti sms dan socmed, jadinya semakin sedikit keluarga berkumpul untuk munggahan
, melalui sms pun jarak begitu dekat. Tapi, walaupun begitu tetap saja terasa kurang munggahan tanpa makan-makan bersama heuheuheu
Baiklah, ini cerita munggahan saya, apa cerita munggahan kamu? *halah* bukan iklan i***mie
Seperti apa pun tradisi menjelang Ramadhan yang dilakukan, yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan keimanan dan ketaqwaan kita di bulan Ramadhan tahun ini
.
Marhaban Yaa Ramadhan
*)sumber gambar: di sini
Tag:arti Munggahan, Munggah, Munggahan, Puasa, Ramadhan, Silaturahmi, Tradisi, Tradisi Munggahan




cerita munggahan saya.. di rumah aja, nntn dvd..
dan anehnya gada sms yang gtu2 masuk.. kmana semua itu,.,, kemana?????? #meratapinasib #berdiridiatasgenteng #ngenes
wkwkwkkw kenapa bisa gak ada sms? pasti dianya lagi tidur ya
di jawa kayaknya ga ada tradisi2 seperti itu..
selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan,, mohon maaf lahir batin
Maaf telat bang, Mohon Maaf Lahir Batin
mhn mf lhr btin…
Smga puasa kali ini lebih baik ah kapayuna..hehee
Amin
Kalau di Lombok sepertinya itu acara mersinan … Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.
Amin…
*haduh maaf telat
wah, tradisi munggahan sering di identikan dengan kepadatan lalulintas saat tradisi tsb brjalan.
hehe memang seperti itu, momen yang teat untuk berkumpul keluarga, tak heran orang berbondong-bondong untuk mudik sekedar munggahan.
Kebetulan pas munggahan saya pulang kampung, jadi bisa nonton pawai obor… hehehe
wah hehehhe mudik kamana chei?
salam kenal
Semoga puasa dan amal ibadah Aku, Kamu, Dia, Kami, Kalian, Kita, Mereka dan Semua Umat Islam diterima dan dirihai oleh Allah SWT
salam kenal, aminnnnnn
Maaf telat, baru update blog lagi
saya setuju dengan mbak Desita..
Tradisi, selalu penuh dengan makna filosofi.. meskipun bukan sesuatu yang diajarkan Rasulullah (beda budaya dan beda jaman kan ya tentunya), kearifan lokal selayaknya tetap dijunjung dan dilestarikan…
Selamat menunaikan ibadah puasa mbak…
salam kenal..
(iseing-iseng kesasar di tempat yang benar)
hehe amin…
Maaf telat, terima kasih iseng-isengnya, nantikan kunjungan baliknya
Salam kenal.
tradisi yang Luar Biasa …
di mana pada saat Munggahan itu banyak makanan yang enak-enak ..
hehe
betul sekali
, terima kasih kunjungannya.
hai salam persahabatan
hei kembali
nice post…
boleh tukeran link g yah??
http://blog.umy.ac.id/ghea
kalo sudah terpasang tlg dikabari yah,,terima kasih,,,
salam bogger